Kain khas Sumatera Selatan yang bernama Sewet Tajung ini terdiri atas 2 macam, yaitu yang khusus dipakai oleh wanita, disebut Sewet Tajung Belongsong, sedangkan kain sewet tajung yang dipakai kaum pria disebut Sewet Tajung Gebeng.
Selain itu ada lagi yang disebut dengan Tajung Rumpak atau Tajung Bumpak. Sewet Tajung dalam pembuatannya sebagian memakai benang emas.
Macam-macam Sewet Tajung adalah:
• Limar,
• Limar Patut,
• Petak-petak berwarna (merah, kuning, biru, abu-abu dan lain sebagainya),
• Gerbik,
• Belongsong (khusus wanita).
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Mei 2011
Share this :
Pencak Silat ala Palembang
Author: Handree
| Posted at: 21.18 |
Filed Under:
Budaya
|
0
komentar
Pada zaman sekarang ini tradisi silat terutama silat dari sumsel sangat sulit untuk di jumpai bahkan hanya ada beberapa daerah saya yang masih melestarikan budaya ini seperti daerah OKU, OKI, dan Indralaya.Tetapi semenjak diadakannya PON di SUMSEL maka tradisi ini diangkat dan di pertunjukan kembali ke lingkungan masyarakat bahkan sudah dikenalkan kepada generasi muda. Dan ada stasiun TV yang menayangkan acara tersebut sehingga dapat di lihat oleh seluruh rakyat Indonesia terutama masyarakat SUMSEL.
Pencak Silat merupakan warisan yang harus tetap kita jaga, jangan di buang ataupun di lupakan begitu saja karena banyak orang yang menginginkannya.
Blog ini berisi tentang informasi tentang pencak silat dan segala kegiatannya yang ada di Palembang yang telah di himpun dari berbagai sumber. "Saya bukan jawara ataupun pendekar, kecintaan terhadap budaya bangsa yang membuat saya ingin lebih banyak mengenal"
Pencak Silat merupakan warisan yang harus tetap kita jaga, jangan di buang ataupun di lupakan begitu saja karena banyak orang yang menginginkannya.
Blog ini berisi tentang informasi tentang pencak silat dan segala kegiatannya yang ada di Palembang yang telah di himpun dari berbagai sumber. "Saya bukan jawara ataupun pendekar, kecintaan terhadap budaya bangsa yang membuat saya ingin lebih banyak mengenal"
Share this :
Tari Tanggai
Author: Handree
| Posted at: 21.09 |
Filed Under:
Budaya
|
0
komentar
Umumnya tari ini dibawakan oleh lima orang dengan memakai pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau rampai, tajuk cempako, kembang goyang, dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga.
Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah. Tarian ini menggambarkan masyarakat Palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya.
Kebanyakan tari tanggai ini di tampilkan pada saat melakukan suatu hajatan sepeerti menyambut pernikahan maupun kedatangan para pejabat besar yang berkunjung ke daerah sumatra selatan
Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah. Tarian ini menggambarkan masyarakat Palembang yang ramah dan menghormati, menghargai serta menyayangi tamu yang berkunjung ke daerahnya.
Kebanyakan tari tanggai ini di tampilkan pada saat melakukan suatu hajatan sepeerti menyambut pernikahan maupun kedatangan para pejabat besar yang berkunjung ke daerah sumatra selatan
Share this :
Wayang Palembang
Author: Handree
| Posted at: 21.05 |
Filed Under:
Budaya
|
0
komentar

Gambar wayang di samping bukan merupakan wayang yang berasal dari Palembang. Tetapi hanya ibarat saja, yang sebenarnya Kota Palembang juga memiliki wayang yang ceritanya hampir sama dengan alur cerita yang berada di pulau Jawa tapi bentuknya saja yang berbeda.
Karakter Khas
Budayawan Palembang Johan Hanafiah menambahkan, wayang Palembang sebenarnya kebudayaan yang memiliki karakter khas dibanding dengan wayang kulit purwa asal Jawa. Namun sayang, lanjut dia, wayang Palembang sudah kehilangan generasi penerus karena dalang terakhir wayang Palembang dengan menggunakan dialog bahasa Melayu Palembang itu, Ki Agus Rusdi Rasyid, telah meninggal pada Februari 2004. Saat ini, praktis tidak ada generasi penerus yang menguasai wayang tersebut.
Setelah era Alm Ki Agus Rusdi Rasyid usai, tambahnya seni tradisional, terutama wayang Palembang semakin ditinggalkan masyarakat, karena dinilai monoton dan tidak memiliki daya jual yang menarik.
Dia memaparkan, wayang Palembang diperkirakan tumbuh sejak pertengahan abad ke-19 Masehi, saat Arya Damar yang terpengaruh budaya Jawa berkuasa di daerah Palembang. Wayang itu kemudian terus tumbuh dengan karakter lokal sehingga menjadi khas Palembang.
Wayang Palembang memiliki bentuk fisik dan sumber cerita yang sama dengan wayang purwa dari Jawa. Bedanya, wayang Palembang dimainkan dengan menggunakan bahasa Melayu Palembang, dan perilaku tokoh-tokohnya lebih bebas, sementara wayang purwa menggunakan bahasa Jawa dan perwatakan tokohnya ketat dengan pakem-pakem klasik.
Pada masa sekarang, cerita wayang yang berasal dari Kota Palembang masih ada, dan bisa di simakdi RRI (Radio Republik Indonesia).
Share this :
Rabu, 13 April 2011
Seni dan Budaya
Author: Handree
| Posted at: 20.30 |
Filed Under:
Budaya
|
0
komentar
Sejarah tua Palembang serta masuknya para pendatang dari wilayah lain, telah menjadikan kota ini sebagai kota multi-budaya. Sempat kehilangan fungsi sebagai pelabuhan besar, penduduk kota ini lalu mengadopsi budaya Melayu pesisir, kemudian Jawa. Sampai sekarang pun hal ini bisa dilihat dalam budayanya. Salah satunya adalah bahasa. Kata-kata seperti "lawang (pintu)", "gedang (pisang)", adalah salah satu contohnya. Gelar kebangsawanan pun bernuansa Jawa, seperti Raden Mas/Ayu. Makam-makam peninggalan masa Islam pun tidak berbeda bentuk dan coraknya dengan makam-makam Islam di Jawa.
Kota Palembang juga selalu mengadakan berbagai festival setiap tahunnya antara lain "Festival Sriwijaya" setiap bulan Juni dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Palembang, Festival Bidar dan Perahu Hias merayakan Hari Kemerdekaan, serta berbagai festival memperingati Tahun Baru Hijriah, Bulan Ramadhan dan Tahun Baru Masehi.
Share this :
Langganan:
Postingan (Atom)
JC Ebi Potato
JC Ebi Potato adalah kripik kentang ebi yang terbuat dari kentang asli. Kentang mempunyai banyak khasiat, Di antaranya potassium, vitamin C (sumber kedua selepas oren), membekalkan karbohidrat kompleks dan fiber atau gentian kepada gula darah (blood sugar) dan pengawalan tekanan darah. Ia juga mengandungi vitamin B1, B2 dan B3 serta sedikit kandungan protein dan zat besi. Kini kentang dapat dinikmati dengan kerenyahan dan kegurihan JC Ebi Potato. kriuk-kriuk nya terasa sekali.Selain anda dapat memperoleh segala kelebihan manfaat kentang, anda juga dapat memasarkan produk kami.







