Tampilkan postingan dengan label Transportasi Udara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi Udara. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Juli 2011
Dari Bandara bisa pakai Trans Musi
Author: Handree
| Posted at: 20.13 |
Filed Under:
Transportasi Darat,
Transportasi Udara
|
0
komentar
Bagi Anda yang hendak bepergian ke Sumatra Selatan dan menggunakan transportasi udara melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Anda sekarang bisa menggunakan Bus Trans Musi. Rute yang baru dilayani adalah dari Bandara - Shelter Asrama Haji/IGM sebagai shelter transit. Apabila Anda baru tiba di kota Palembang dan ingin melanjutkan ke daerah lain di Sumatra Selatan, Anda bisa naik Bus Trans Musi kemudian turun diShelter Asrama Haji/IGM. Dari sana Anda bisa melanjutkan ke pusat kota atau ke terminal Km.12. Sedangkan Bagi Anda yang ingin menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, baik dari pusat kota maupun dari luar kota Palembang, Anda harus naik bus Trans Musi jurusan terminal Km.12 dan turun di shelter Asrama Haji/IGM untuk kemudian Anda melanjutkan dengan Bus Trans Musi jurusan Bandara. Menurut awak Bus Trans Musi yang sempat kami wawancara kemarin, untuk rute Bandara - Shelter Asrama Haji/IGM bus Trans Musi berangkat setiap 10 - 15 menit sekali
Share this :
Senin, 30 Mei 2011
"Bandara Silampari" Gerbang Barat Sumatera Selatan
Author: Handree
| Posted at: 20.32 |
Filed Under:
Musi Rawas,
Transportasi Udara
|
0
komentar
Dengan Motto “ Lan Serasan Sekentenan “ Kabupaten Musi Rawas mempunyai modal yang cukup membanggakan karena Kabupaten Musi Rawas merupakan pintu gerbang barat sumsel yang mempunyai Bandar Silampari sebagai akses transportasi udara. Sampai saat ini Bandara Silampari ini telah melayani rute penerbangan langsung kejantung Ibukota negara yaitu Kota Jakarta yaitu Bandara Soekarno Hatta. Akhir Desember 1993 Tim Direktorat Jenderal perhubungan udara kantor wilayah VII propinsi Sumsel dan PT. Pelita Air Service mengadakan uji coba dengan menggunakan pesawat Cassa 212 dan sejenisnya. Pesawat udara tersebut mulai beroperasi pada tahu n 1994 yang digunakan oleh perusahaan pertambangan emas PT. Barisan Tropical Minig (BTM) yang bekerja sama dengan PT. Deraya. Tahun 1995 sampai tahun 1996 Pemkab Musi Rawas bekerja sama lagi dengan PT. Deraya membuka penerbangan untuk umum dengan 2 kali rute penerbangan dalam seminggu dengan rute penerbangan Lubuklinggau-Palembang. Pada bulan September 2004 Pemkab. Musi Rawas melanjutkan rute penerbangan dengan 5 kali penerbangan dalam seminggu, namun semua itu tak membuat Bupati Musi Rawas H Ridwan Mukti merasa puas. Berlatar dai keinginannya untuk memajukan daerah musi rawas dengn berusaha keras akhirnya keinginannya untuk membuka penerbangan langsung ke Ibukota terwujud. Pada Tahun 2010 merupakan tonggak sejarah baru bagi Kabupaten Musi rawas pesawat penerbangan milik maskapai Riau Airlines yang membawa rombongan Bupati Musi Rawas dan unsur muspida dan Instansi lainnya mendarat mulus di Bandara Soekarno hatta, semua rombongan yang ikut dalam penerbangan perdana tersebut bersuka cita dengan harapan agar pintu gerbang bagian barat Sumsel tersebut makin terbuka. Pada tahun 2011 ini Bupati Musi Rawas H. Ridwan Mukti melakukan pengembangan bandara silampari dengan harapan antara lain untuk mempercepat pertumbuhan kawasan bisnis dan industri yang berpusat di Agropolitan Distrik dan Agropolitan Center, selain itu juga untuk meningkatkan nilai tambah produk daerah juga tidak kala pentingnya yaitu untuk meningkatkan pendapatan daerah selaku pengelola bandara. Disamping itu juga Bandara silampari juga dapat dirasakan mampaatnya oleh daerah sekitar seperti Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Jambi, Curup dan sekitarnya, dengan demikian nantinya bandara silampari akan dijadikan sebagai lokasi transit.
Share this :
Rabu, 11 Mei 2011
Maskapai Penerbangan
Author: Handree
| Posted at: 00.51 |
Filed Under:
Transportasi Udara
|
0
komentar
Terminal Interen
Susi Air ( Palembang - Lubuk Linggau )
Terminal Domestik
Batavia Air ( Palembang - Jakarta )
Garuda Indonesia ( Palembang - Jakarta )
Kartika Airlines ( Palembang - Batam )
Lion Airlines ( Palembang - Jakarta )
Riau Airlines ( Palembang - Batam )
Sriwijaya Air ( Palembang - Jakarta, Palembang - Pangkal Pinang )
Merpati Nusantara Airlines ( Palembang - Jakarta, Palembang - Batam )
Wings Air ( Palembang - Jakarta )
Terminal Internasional
Silk Air ( Palembang - Singapura )
Sriwijaya Air ( Palembang -Kuala Lumpur )
Susi Air ( Palembang - Lubuk Linggau )
Terminal Domestik
Batavia Air ( Palembang - Jakarta )
Garuda Indonesia ( Palembang - Jakarta )
Kartika Airlines ( Palembang - Batam )
Lion Airlines ( Palembang - Jakarta )
Riau Airlines ( Palembang - Batam )
Sriwijaya Air ( Palembang - Jakarta, Palembang - Pangkal Pinang )
Merpati Nusantara Airlines ( Palembang - Jakarta, Palembang - Batam )
Wings Air ( Palembang - Jakarta )
Terminal Internasional
Silk Air ( Palembang - Singapura )
Sriwijaya Air ( Palembang -Kuala Lumpur )
Share this :
Pengembangan Bandar Udara
Author: Handree
| Posted at: 00.46 |
Filed Under:
Transportasi Udara
|
0
komentar
Bandara ini telah resmi menjadi bandara bertaraf internasional dan bisa didarati oleh pesawat yang berbadan besar pada 27 September 2005. Pengembangan bandara tersebut mulai dilakukan pada 18 September 2003 dengan total biaya Rp366,7 miliar yang berasal dari Japan International Bank Corporation Rp251,9 miliar dan dana pendamping dari APBN sebesar Rp114,8 miliar.
Antara perkembangan yang dilaksanakan adalah perpanjangan landas pacu sepanjang 300 meter x 60 meter menjadi 3.000 meter x 60 meter, pembangunan tempat parkir kendaraan seluas 20.000 meter yang dapat menampung 1.000 kendaraan serta pembangunan gedung terminal penumpang tiga lantai seluas 13.000 meter persegi yang dapat menampung 1250 penumpang, dilengkapi garbata dan terminal kargo dan bangunan penunjang lainnya seluas 1.900 meter persegi.
Hasil pengembangan ini membuat Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dapat didarati pesawat Airbus A330 dan sejenisnya serta Boeing 747 . Selain itu, arus penumpang diproyeksikan akan naik dari 7.720 penumpang menjadi 16.560 penumpang. Setelah itu akan ada pembangunan jalan tol Indralaya-Palembang-Bandara Sultan Mahmud Badarudin II untuk mempermudah akses ke Bandara.
Share this :
Peristiwa Woyla!
Author: Handree
| Posted at: 00.43 |
Filed Under:
Transportasi Udara
|
0
komentar
Pada tanggal 28 Maret 1981, lima orang teroris yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein, dan mengidentifikasi diri sebagai anggota kelompok ekstremis Islam "Komando Jihad", membajak pesawat Penerbangan 206 Garuda Indonesia setelah lepas landas dari Pelabuhan Udara Sipil Talangbetutu ke Bandara Polonia, Medan. Pembajakan yang terjadi di Pelud Talang Betutu ini dikenal dengan sebutan Peristiwa Woyla. Penerbangan dengan pesawat DC-9 Woyla tersebut berangkat dari Jakarta pada pukul 08.00 pagi, transit di Palembang, dan akan terbang ke Medan dengan perkiraan sampai pada pukul 10.55. Dalam penerbangan, pesawat tersebut tiba-tiba dibajak oleh lima orang teroris Komando Jihad yang menyamar sebagai penumpang. Setelah mendarat sementara untuk mengisi bahan bakar di Bandara Penang, Malaysia, akhirnya pesawat tersebut terbang dan mengalami drama puncaknya di Bandara Don Mueang di Bangkok, Muang Thai tanggal 31 Maret. [1]
Peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla yang berangkat dari Pelabuhan Udara Sipil Talangbetutu ini menjadi peristiwa terorisme bermotif "jihad" pertama yang menimpa Indonesia dan satu-satunya dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia
Peristiwa pembajakan pesawat Garuda DC-9 Woyla yang berangkat dari Pelabuhan Udara Sipil Talangbetutu ini menjadi peristiwa terorisme bermotif "jihad" pertama yang menimpa Indonesia dan satu-satunya dalam sejarah maskapai penerbangan Indonesia
Share this :
Sejarah Singkat Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II
Author: Handree
| Posted at: 00.42 |
Filed Under:
Transportasi Udara
|
0
komentar
Bandara ini pada awalnya dibangun oleh tentara Jepang pada masa pendudukan Jepang antara tahun 1942-1943. Pada 15 Juli 1963, bandara ini menjadi lapangan udara bersama, baik untuk kegunaan sipil maupun militer. Kemudian pada 21 Agustus 1975 status bandara ini menjadi Pelabuhan Udara (Pelud) Sipil Talang Betutu. Pada 3 April 1985, bandara ini berganti nama menjadi Pelud Sultan Mahmud Badaruddin II. Tak lama kemudian istilah Pelud Sultan Mahmud Badaruddin II diubah menjadi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pada tanggal 1 September 1985.
Terhitung 1 April 1991, bandara ini resmi dikelola oleh Manajemen Perum Angkasa Pura II. Pada 2 Januari 1992 Manajemen Perum Angkasa Pura II berganti status menjadi PT (Persero) Angkasa Pura II.
Pada saat Provinsi Sumatera Selatan resmi terpilih sebagai tuan rumah PON XVI tahun 2004, pemerintah berupaya untuk memperbesar kapasitas bandara sekaligus mengubah status bandara ini menjadi bandara internasional. Gedung terminal baru Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II akhirnya berhasil rampung dan diresmikan pada 27 September 2005.
Terhitung 1 April 1991, bandara ini resmi dikelola oleh Manajemen Perum Angkasa Pura II. Pada 2 Januari 1992 Manajemen Perum Angkasa Pura II berganti status menjadi PT (Persero) Angkasa Pura II.
Pada saat Provinsi Sumatera Selatan resmi terpilih sebagai tuan rumah PON XVI tahun 2004, pemerintah berupaya untuk memperbesar kapasitas bandara sekaligus mengubah status bandara ini menjadi bandara internasional. Gedung terminal baru Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II akhirnya berhasil rampung dan diresmikan pada 27 September 2005.
Share this :
Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II
Author: Handree
| Posted at: 00.38 |
Filed Under:
Transportasi Udara
|
0
komentar
Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (kode IATA: PLM) adalah bandar udara internasional yang melayani kota Palembang, Sumatra Selatan dan sekitarnya. Bandara initerletak di wilayah KM.10 Kecamatan Sukarame. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II dioperasikan oleh PT Angkasa Pura 2. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Mahmud Badaruddin II (1767-1862), seorang pahlawan daerah yang pernah memimpin Kesultanan Palembang Darussalam (1803-1819).
Share this :
Langganan:
Postingan (Atom)
JC Ebi Potato
JC Ebi Potato adalah kripik kentang ebi yang terbuat dari kentang asli. Kentang mempunyai banyak khasiat, Di antaranya potassium, vitamin C (sumber kedua selepas oren), membekalkan karbohidrat kompleks dan fiber atau gentian kepada gula darah (blood sugar) dan pengawalan tekanan darah. Ia juga mengandungi vitamin B1, B2 dan B3 serta sedikit kandungan protein dan zat besi. Kini kentang dapat dinikmati dengan kerenyahan dan kegurihan JC Ebi Potato. kriuk-kriuk nya terasa sekali.Selain anda dapat memperoleh segala kelebihan manfaat kentang, anda juga dapat memasarkan produk kami.






